Sudahkah Saya Menjadi Fatherman ?

Sudahkah Saya Menjadi Fatherman ?

Al ummu madrasatul ula, ibu adalah madrasah atau sekolah pertama bagi anaknya, pepatah Arab yang seringkali menjadi rujukan awal bagaimana pengasuhan seharusnya. Ibu dianggap bertanggung jawab penuh dalam pengasuhan anak. Bagaimana tidak, sebagian besar waktu anak lebih banyak bersama ibunya jika dibandingkan dengan ayahnya. Namun pondasi utama pengasuhan bukanlah terletak pada ibunya, tetapi pada ayah. Inilah yang disampaikan Ustad Bendri Jaisyurrahman dalam webinar parentingnya di SMP Model Ar Riyadh Insan Cendekia, 10 April 2021.

Menjadi ayah bukanlah semata-mata karena sudah memiliki anak dan memberinya nafkah. Lebih daripada itu menjadi ayah berarti bertanggung jawab dan memiliki tugas pokok dalam menghindarkan keluarga dari api neraka, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat At Tahrim ayat 6, “hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” Inilah dasar bahwa meskipun ibu madrasah utama bagi anak, kepala sekolahnya tetaplah ayah, sang Fatherman.

Apa itu Fatherman? Ialah pahlawan penolong jiwa anak. Ayah memang tidak bisa hadir setiap saat, namun ayah selalu ada di waktu yang tepat. Ustad Bendri menyampaikan bahwa Fatherman diharapkan hadir saat lima fase kritis anak. Fase pertama saat anak pra sekolah, pada fase ini anak mulai beradaptasi dengan lingkungan baru di luar rumah. Kedua pra baligh, fase adanya perubahan fisik anak. Fase ketiga saat hormon seksual anak sudah aktif dan munculnya gejolak syahwat, fase baligh. Fase ke empat ini khusus wanita, fase pra nikah, yaitu fase seorang perempuan dalam menentukan jodohnya. Pada fase ini ketika ayah memiliki keterikatan hati pada anak perempuannya, maka si anak akan mencari jodoh yang memiliki karakter seperti ayahnya. Terakhir adalah fase 5 tahun awal pernikahan. Pada kelima fase itulah anak butuh bantuan Fatherman. Anak mungkin tidak mengatakan bahwa ia butuh pertolongan Fatherman, namun ayah diharapkan menjadi rujukan dan hadir di fase-fase tersebut.

*Ustad Bendri membuka sharing classroom “Komunikasi Pengasuhan Anak” via Telegram, info lebih lanjut silahkan hubungi 0811-8077-748

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *